BerandaInfo Unit Kerja


Kamis, 10 Maret 2011 - 10:35:30 WIB
Analisis Kontribusi PDRB Terhadap Indeks Daya
Diposting oleh : admin :: Dibaca: 737 kali

ANALISIS KONTRIBUSI PDRB TERHADAP INDEKS DAYA BELI
DI KABUPATEN SUMEDANG
Oleh : Deni Suhandani, S.Si.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran yang dijadikan acuan keberhasilan pembangunan. IPM terdiri dari 3 indikator yaitu pendidikan, kesehatan dan daya beli (ekonomi). Pada tahun 2008 Kabupaten Sumedang mencapai IPM sebesar 72,26. IPM ini berada diatas IPM Jawa Barat yaitu 71,12. Indeks kesehatan dan pendidikan Kabupaten Sumedang sangat tinggi yaitu 72,06 dan 84,12 tetapi indeks daya beli (ekonomi) sangat rendah yaitu 60,61. Ini menandakan bahwa pembangunan di bidang ekonomi masih rendah, jauh tertinggal dibandingkan dengan pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan. Indeks daya beli tiap Kecamatan di Kabupaten Sumedang dapat dilihat pada tabel 1. Indeks daya beli terbesar dimiliki oleh Kecamatan Jatinangor sebesar 64,34 dan terendah dimiliki oleh Kecamatan Rancakalong sebesar 55,17.
  
Tabel 1.
IPM Kecamatan Tahun 2008
No.
Kecamatan
Indeks Daya Beli

1

Jatinangor

64.34

2

Cimanggung

60.79

3

Tanjungsari

61.70

4

Sukasari

61.76

5

Pamulihan

60.42

6

Rancakalong

55.17

7

Sumsel

63.25

8

Sumut

63.51

9

Ganeas

60.10

10

Situraja

61.61

11

Cisitu

59.17

12

Darmaraja

60.70

13

Cibugel

60.99

14

Wado

61.64

15

Jatinunggal

60.59

16

Jatigede

60.52

17

Tomo

61.09

18

Ujungjaya

60.60

19

Conggeang

60.47

20

Paseh

61.17

21

Cimalaka

61.39

22

Cisarua

59.46

23

Tanjungkerta

60.54

24

Tanjungmedar

60.17

25

Buahdua

59.38

26

Surian

60.06

Sumber : BPS Kab. Sumedang Tahun 2009
 
Tabel 2.
PDRB Kecamatas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008
No.   
 Kecamatan      PDRB (Milyar)   
Nilai Kontribusi (%)
 1  Jatinangor 1203,89
11,69
 2  Cimanggung 1048,06
10,17
 3  Tanjungsari 586,70
5,70
 4  Sukasari 125,41
1,22
 5  Pamulihan 208,98
2,03
 6  Rancakalong 297,23
2,89
 7  Sumedang Selatan
813,65
7,90
 8  Sumedang Utara 1148,79
11,15
 9  Ganeas 115,92
1,13
 10  Situraja 427,79
4,15
 11  Cisitu 154,83
1,50
 12  Darmaraja 369,35
3,59
 13  Cibugel 163,99
1,59
 14  Wado 409,55
3,98
 15  Jatinunggal 153,77
1,49
 16  Jatigede 180,89
1,76
 17  Tomo 277,86
2,70
 18  Ujungjaya 337,38
3,28
 19  Conggeang 359,41
3,49
 20  Paseh 328,17
3,19
 21  Cimalaka 535,75
5,20
 22  Cisarua 118,99
1,16
 23  Tanjungkerta 329,99
3,20
 24  Tanjungmedar 99,82
0,97
 25  Buahdua 444,01
4,31
 26  Surian 61,15
0,59
 Sumber : PDRB Per Kecamatan Tahun 2009
Produk Domestic Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator ekonomi yang mampu mengukur perkembangan pembangunan perekonomian. PDRB Kabupaten Sumedang tahun 2008 atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha tahun 2008 adalah sebesar 10300,93 milyar. Nilai PDRB ini disusun berdasarkan 26 PDRB Kecamatan di wilayah Sumedang. PDRB Kecamatan yang memiliki nilai besar akan memberikan kontribusi besar terhadap PDRB Kabupaten begitupun sebaliknya. Berdasarkan tabel 2 diatas Kecamatan Jatinangor memiliki PDRB terbesar yaitu sebesar 1203,89 milyar dengan nilai kontribusi sebesar 11,69% sedangkan PDRB terkecil adalah PDRB Kecamatan Surian yaitu sebesar 61,15 milyar dengan nilai kontribusi 0,59%.
gambar 1
Gambar 1. Matriks IPM vs Kontribusi PDRB
Matriks diatas dibuat dengan cara menyilangkan nilai Indeks Daya Beli dengan Kontribusi PDRB tiap kecamatan. Dari gambar 1 diatas dapat diketahui beberapa hal sebagai berikut :
  • UMUM
  1. Terdapat 13 Kecamatan (50,00%) yang memiliki nilai Indeks Daya Beli dibawah Indeks Daya Beli Kabupaten dan 13 Kecamatan (50,00%) diatas Indeks Daya Beli Kabupaten;
  2. Terdapat 13 kecamatan (50,00%) yang memberikan kontribusi PDRB dibawah 5% terhadap PDRB Kabupaten dan 13 Kecamatan (50,00%) diatas 5%;
  • KHUSUS
Matriks diatas terbagi ke dalam empat kuadran, dimana masing-masing kuadran mempunyai ciri khusus.
  1. Kuadran I adalah kuadran dimana kecamatan memiliki nilai kontribusi dibawah 5% terhadap PDRB Kabupaten dan memiliki indeks daya beli dibawah indeks daya beli Kabupaten. Kecamatan yang berada pada kuadran ini adalah Ganeas, Surian, Cisarua, Jatigede, Tanjungmedar, Cisitu, Pamulihan, Ujungjaya, Conggeang, Buahdua dan Rancakalong. Kecamatan yang berada pada kuadran I ini mencapai 50% dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang. Kecamatan yang berada pada kuadran ini sangat perlu diberikan perhatian khusus untuk memaksimalkan kembali semua potensi yang dimilikinya.
  2. Kuadran II adalah kuadran dimana kecamatan memiliki nilai kontribusi diatas 5% terhadap PDRB Kabupaten dan memiliki indeks daya beli dibawah indeks daya beli Kabupaten.
  3. Kuadran III adalah kuadran dimana kecamatan memiliki nilai kontribusi diatas 5% terhadap PDRB Kabupaten dan memiliki indeks daya beli diatas indeks daya beli Kabupaten. Kecamatan yang berada pada kuadran ini adalah Cimalaka, Tanjungsari, Cimanggung, Sumsel, Sumut, Jatinangor. Kecamatan yang berada pada kuadran III ini mencapai 23,08% dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang. Kecamatan yang berada pada kuadran ini sudah berada pada posisi yang memuaskan karena masyarakat sudah memiliki daya beli yang tinggi dengan penghasilan yang memadai.
  4. Kuadran IV adalah kuadran dimana kecamatan memiliki nilai kontribusi dibawah 5% terhadap PDRB Kabupaten dan memiliki indeks daya beli diatas indeks daya beli Kabupaten. Kecamatan yang berada pada kuadran ini adalah Sukasari, Cibugel, Tomo, Paseh, Darmaraja, Situraja dan Wado. Kecamatan yang berada pada kuadran IV ini mencapai 26,92% dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang.
PDRB berdampak langsung terhadap indikator daya beli (ekonomi) hal ini dapat dilihat dari penjelasan diatas dimana 50% Kecamatan dengan kontribusi PDRB dibawah 5% memiliki nilai indeks daya beli dibawah indeks daya beli Kabupaten.  Oleh sebab itu, dengan hasil analisis ini diharapkan setiap Kecamatan agar lebih fokus untuk meningkatkan PDRB dalam rangka menaikan indeks daya beli masyarakatnya, khususnya Kecamatan yang berada pada kuadran I. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai PDRB adalah dengan memaksimalkan kembali potensi yang ada di Kecamatan masing-masing. Kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder dalam memanfaatkan semua potensi yang ada diyakini pasti mampu meningkatkan PDRB kecamatan dengan syarat para pelaku memiliki tujuan yang sama.

Buat Komentar
    Masukan nama :
    Masukan E-Mail :
    Masukan Komentar :
    Captcha Kode :
    Masukan Kode :

    Daftar Komentar

    Belum ada komentar yang masuk
,