BerandaInfo Unit Kerja


Kamis, 04 April 2013 - 23:23:33 WIB
BINTEK METODOLOGI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DALAM RANGKA PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Diposting oleh : admin :: Dibaca: 663 kali

 
 
BINTEK METODOLOGI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
DALAM RANGKA PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses yang berkelanjutan termasuk diantaranya pengambilan keputusan, penentuan pilihan dari berbagai alternatif pemanfaatan berbagai sumber daya dengan memperhatikan keterbatasan dan kendala secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu keadaan yang lebih baik di masa datang. Perencanaan pembangunan merupakan suatu usaha yang sistematik dari berbagai komponen baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Masing-masing pihak berperan pada tingkatan yang berbeda yang tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
 
Perencanaan yang baik haruslah berbasiskan data yang mencerminkan kondisi faktual dan aktual sesuai dengan potensi dan sumber daya yang ada. Namun kenyataan yang terjadi adalah sulitnya mendapatkan data yang aktual, faktual, dan akuntabel di tingkat SKPD baik kabupaten maupu kecamatan. Akibatnya adalah perencanaan yang disusun tidak tepat sasaran. Salah satu penyebabnya adalah penguasaan atau kemampuan menggunakan metodologi penelitian.
 
Dari uraian tersebut dapat kita pahami bahwa pembangunan daerah akan berhasil sesuai dengan yang diharapkan jika perencanaan pembangunan dilakukan oleh orang yang mampu membaca masalah dan potensi daerahnya dengan baik, sehingga diperlukan metodologi penelitian yang baik dan benar untuk melakukan pengumpulan data, penyajian data dan analisis data secara sistematis terhadap semua aspek sehingga dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat sebuah perencanaan.
 
Demikian disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Sumedang Ir. H. Eka Setiawan, Dipl.SE.,MM., dalam sambutannya saat membuka Kegiatan Bimbingan Teknis Metodologi Penelitian dan Pengembangan Dalam Rangka Perencanaan Pembangunan Kabupaten  Sumedang Tahun 2013 yang diselenggarakan oleh UPTB Litbang Bappeda Kabupaten Sumedang di Aula Asrama Haji Gedung Islamic Center Sumedang pada hari Rabu tanggal 3  April 2012. Dihadiri oleh para Kasubag Program SKPD dan Kecamatan se Kabupaten Sumedang.
 
 
Menurut Kepala Bappeda bahwa pada fase perencanaan, metodologi penelitian akan membantu para perencana dalam pengumpulan data, peringkasan dan penyajian data, serta analisis data. Penguasaan dan penerapan metodologi yang tepat diharapkan dapat menghasilkan data yang aktual, faktual, dan akuntabel sehingga pada gilirannya dapat disusun perencanaan yang berkualitas. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan kapasitas perencana di tingkat SKPD dalam penguasaan dan penerapan metodologi penelitian yang tepat dan ditutut untuk mampu mengembangkannya lagi dalam kerangka penyusunan perencanaan pembangunan yang berkualitas. Peningkatan kapasitas perencana ini mutlak diperlukan sesuai dengan semakin banyaknya tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan Kabupaten Sumedang baik dalam jangka menengah, maupun jangka panjang.
 
Lebih lanjut Kepala Bapeda mengharapkan Kegiatan Bimbingan Teknis ini dapat  meningkatkan kualitas tenaga perencana setiap SKPD, dalam melakukan penyusunan perencanaan program dan atau kegiatan dengan metodologi yang benar agar perencanaan program dan atau kegiatan dimaksud tepat sasaran sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tujuan memberikan dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perencana tiap SKPD mengenai bintek metodologi penelitian dan pengembangan dalam rangka perencanaan pembangunan untuk dapat menganalisa kebijakan yang efektif dan efisien dalam menyusun program dan atau kegiatan di SKPD masing-masing sekaligus memberikan penguatan, menjamin kualitas kebijakan di tataran pemerintahan daerah dan memperoleh kejelasan arah dan kepastian waktu dalam upaya menuju penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat dipastikan tersusunnya kebijakan pemerintah yang lebih berkualitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai strategi pembangunan nasional yang pro-poor, pro-job, pro-growth, dan pro-environment.
 
Di sisi lain pemaparan materi disampaikan narasumber Ir.H. DEDE HERMASAH, M.Si dengan judul “Esensi Dasar Perencanaan”. Menurutnya perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan, yang mencakup keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan sebagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dimasa yang akan datang. Langkah awal yang harus dilakukan untuk mewujudkan strategi perencanaan yang sistematis dan komperhensif adalah melengkapi setiap tahapan perencanaan dengan data yang akurat sesuai kondisi existing (faktual dan aktual). Kaidah perencanaan adalah konseptual, kontektual, analistis dengan kesimpulan paparan adalah konsekwensi dari esensi dasar perencanaan adalah (1) Dibutuhkan data dasar yang lengkap; (2) Dibutuhkan SDM yang lebih baik; (3) Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan swasta; (4) Dibutuhkan kreativitas dan inovasi-inovasi.
 
Narasumber berikutnya dari Direktorat Pengembangan Wilayah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, Ph.D membahas tentang, “Sinergi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional”. Dalam pemaparanya Pola Hubungan Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengurangan Pengangguran Kabupaten/Kota Di Jawa Barat tantangannya adalah peningkatan produktivitas, nilai tambah dan pendapatan pada sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan; pengembangan industri kecil dan rumah tangga, dan industri sedang dan menengah; Percepatan pembangunan perdesaan dan pesisir.

 
Untuk materi Sinergi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional bisa di download di Document

Buat Komentar
    Masukan nama :
    Masukan E-Mail :
    Masukan Komentar :
    Captcha Kode :
    Masukan Kode :

    Daftar Komentar

    Belum ada komentar yang masuk
,